Konsep VUCA pada Permasalahan Limbah Medis Covid 19
Limbah Medis Ketika Pandemi Covid 19
Dengan diadakannya
berbagai peraturan ketat terkait pandemi Covid-19 ini sebagian besar pemerintah
dunia mengharuskan warganya untuk selalu ikut andil dalam proses pengurangan
jumlah terinfeksi virus Corona ini. Salah satu imbauannya diramaikan dengan tagar
stayathome, tetapi bagi warga yang
ingin keluar rumah dengan keperluan yang sekiranya mendesak/penting maka
diharuskan memakai alat-alat perlindugan diri seperti masker dan sarung tangan.
Dengan dikeluarkannya aturan new normal dimana para warga dapat berinteraksi diluar
rumah sampai batas tertentu membuat penggunaan APD (Alat Perlindugan Diri)
semakin tinggi, begitu juga limbah yang dihasilkan.
APD ini notebenenya
banyak yang hanya bisa digunakan sekali pakai, khususnya APD-APD yang digunakan
di rumah sakit-rumah sakit demi menjaga agar lingkungan rumah sakit tetap
steril. Limbah-limbah medis inilah yang menjadi masalah baru disamping masalah
pandemi ini. Bayangkan saja, pada November tahun lalu, semebelum pandemi ini
dihiraukan, limbah medis Indonesia mencapai 296 ton perhari.Menurut Direktur
RSPI Sulianti Saroso Muhammad Syahril, rata-rata pasien Covid satu orangnya
menghasilakan 20 limbah APB yang menurut beberapa sumber beratnya sekitar 14,3
Kg, sekarang coba kita hubungkan saja dengan jumlah positif Indonesia sekarang
adalah 78.572 orang.
Masalah limbah medis ini pun merambat ke ranah limbah
domestik, dikarenakan trend masyarakat menggunakan APB, khususnya masker dan
botol obat, tetapi tidak menaati tata cara pengolahan limbah-limbah medis
sesuai anjuran WHO ataupun pemerintah. Hal ini dapat menyebabkan rantai infeksi
bertambah khususnya lewat petugas-petugas sampah lewat limbah medis yang
terdapat virus Covid-19. Ditambah lagi banyak pihak ketiga yang memilah limbah
medis ini untuk dimanfaatkan kembali tanpa menimbang masalah sterilitasnya.
Menggunakan konsep
VUCA (Volatility, Uncertainty,
Complexity, dan Ambiguity) kita dapat menganalisis kondisi dari
permasalahan limbah medis ini. Berdasarkan karakteristik dari masalah ini sifat
yang menurut saya tepat adalah Volatility,
Complexity.
Dikarenakan limbah
medis ini tiba-tiba menjadi suatu masalah yang cukup besar disamping masalah
besar lainnya juga ditambah ketidakstabilan jumlah limbah medis karena trend
dari masyarakat sendiri yang berubah-ubah membuat Volatility menjadi salah satu sifatnya.
Masalah ini tentu
tidak akan menjadi sedemikian besar apabila tidak terjadi pandemi dan trend
masyarakat terhadap APD yang kadangkala berlebihan. Untuk membereskan masalah
ini pula dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak seperti pemerintah, rumah
sakit, dan masyarakat.Untuk tambahan pula, menurut Ketua Koalisi Persampahan
Nasional (KPNas) Bagong Suyoto masih banyak sekali rumah sakit di Indonesia
yang masih belum memiliki teknologi pengolahan limbah B3. Hal inilah yang
menjadikan Complexity menjadi sifat
masalah ini.
Dalam penyelesaian masalah ini dibutuhkan sosialisasi dengan
masyarkat terkait pengolahan limbah medis, penambahan dan peningkatann
teknologi-teknologi pengolahan limbah B3 di rumah sakit-rumah sakit rujukan
Covid-19.
Sumber:
https://tirto.id/limbah-medis-covid-19-bahaya-laten-yang-menghantui-masyarakat-eLjq
https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/10406026.2019.1619265
#TantanganMasaDepan
#DuniaVUCA
#OSKMITB2020
#TerangKembali
Comments
Post a Comment